Kamis, 11 Juli 2013

PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN

Latar Belakang
Kunci utama belajar adalah membaca. Mencari ilmu tanpa membaca buku adalah hal yang sulit atau bahkan mustahil. Melalui buku, manusia memanifestiskan pendidikan sebagai warisan terbaiknya. Ketika pencarian makna dan pemikiran mereka dibahasakan dalam lembar-lembar tulisan, proses regenerasi pengetahuan menjadi rantai yang tidak terputus. Sejarah perjalanan proses pemaknaan manusia terhadap dunianya melalui kerangka ilmu pengetahuan terekam melalui gambar dan tulisan. Bahkan hingga saat ini di era yang penuh dengan kemudahan teknologi semua informasi yang direkam telah membantu manusia mengembangkan peradabannya. Informasi-informasi tersebut disimpan di tempat khusus yang disebut perpustakaan.
Perpustakaan memiliki sejarah penjang dalam perkembangan ilmu pengetahuan manusia, dan hingga kini masih menjadi salah satu fasilitas yang penting di setiap sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi. Peran perpustakaan sebagai sumber ilmu dan informasi menjadi perhatian utama bagi setiap lembaga pendidikan.
Oleh karena itu, dalam artikel ini kami akan membahas mengenai pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar. Dan menjelaskan sedikit mengenai fungsi perpustakaan, jenis dan pengelolaannya.
B.    Pengertian dan Kegunaan
Ketika kita memasuki perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapi dirak buku, rak majalah maupun rak-rak bahan pustaka lain. Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan. Akan tetapi tidak berarti jajaran buku yang diatur secara sistematis bolah disebut perpustakaan.
Banyak batasan atau pengertian yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan. Kita dapat mempelajari pengertian perpustakaan seperti dibawah ini:
  1. Menurut kamus “ The Oxfort English Dictionary”, kata “library” atau perpustakaan mulai  digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan”.
  2. Pengertian perpustakaan ini pada abad ke 19 berkembang menjadi “suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yang dipelihara dengan baik, dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu”.
  3. Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan tinggi, bukan sekedar gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
  4. Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “pusat media, pusat belajar, pusat sumber pedidikan, pusat informasi, pusat dokumentasi, dan pusat rujukan”.
  5. Dalam pengertiannya yang muthakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI nomor 11 disebutkan bahwa “ perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.
Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggung jawabnya kepada kepala sekolah yang melayani civitas akademika sekolah yang bersangkutan.
Dalam dua dekade terakhir ini perpustakaan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sekolah. Hampir di setiap sekolah mulai dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi terdapat perpustakaan sekolah. Bahkan unit-unit perpustakaan keliling (mobile library) dari departemen pendidikan dan kebudayaan tersedia di kota-kota besar guna melayani kebutuhan para pelajar.
Perpustakaan merupakan pusat sarana akademis. Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupa barang cetakan seperti buku, majalah / jurnal ilmiah, peta, surat kabar, karya-karya tulis berupa monograf yang belum diterbitkan, serta bahan-bahan non cetakan seperti micro fish, micro film, foto-foto, film, kaset audio/video, lagu-lagu dalam piringan hitam, rekaman pidato (dokumenter) dan lain-lain. Oleh karena itu, perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, dan masyarakat pada umumnya untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang keilmuan baik untuk tujuan akademis maupun rekreasi. Bahan-bahan yang tersedia itu dapat dikelompokkan ke dalam jenis (1) reverensi, (2) reserve, (3) pinjaman.
Bahan-bahan reverensi yang biasanya ditata dalam satu ruang khusus merupakan sumber-sumber untuk fakta-fakta tertentu yang sudah baku, misalnya ensiklopedia, kamus statistik, buku tahunan, biografi, buku pegangan, atlas, indeks (tesis, disertasi, artikel ilmiah) abstrak, dan lain-lain yang sejenis.
Bahan-bahan reserve terdiri dari buku-buku, artikel-artikel atau handauts untuk mata pelajaran tertentu atas permintaan tenaga pengajarnya. Ini dimaksudkan agar semua pelajar, mahasiswa yang mengikuti mata pelajaran ini dapat memperoleh akses terhadap bahan-bahan yang nerupakan bagian dari tugas-tugas materi yang dibebankan oleh pengajar. Dengan jumlah pelajar mahasiswa yang banyak, sedangkan jumlah buku atau artikel pada perpustakaan sangat terbatas, bahan-bahan reserve hanya dapat dibaca oleh seorang pelajar mahasiswa antara satu samapai dua jam.
Buku-buku dalam berbagai bidang keilmuan pada umumnya siap untuk dipinjamkan untuk jangka waktu antara dua minggu sampai satu bulan kepada pelajar-mahasiswa atau mesyarakat umum yang memiliki kartu anggota perpustakaan.
C.    Jenis-Jenis Perpustakaan Dan Fungsinya
Perpustakaan Nasional
Staf Perpustakaan Utama (PU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Drs Iskandar manyatakan bahwa Perpustakaan Nasional yang biasanya berkedudukan di Ibukota Negara berfungsi sebagai lembaga yang menyimpan dan melestarikan seluruh terbitan dari negara yang bersangkutan. Baik berupa karya cetak maupun karya rekam, semua terbitan tersebut dikumpulkan dan didayagunakan sebaagai bahan informasi.
Menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989, pasal 3, Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan fungsi:
a)      Membantu presiden dalam rangka merumuskan kebijaksanaan mengenai pengembangan, pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan.
b)      Melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerjasama antara badan/ lembaga termasuk perpustakaan di dalam maupun di luar negeri.
c)      Melaksanakan pembinaan atas semua jenis perpustakaan di instasi / lembaga pemerintah maupun swasta yang ada di pusat ataupun di daerah.
d)     Melaksanakan pengumpulan, penyimpanan dan pengolahan bahan pustaka dari dalqam maupun luar negeri.
e)      Melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka.
f)       Melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah.
g)      Melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden.
Perpustakaan Daerah
Di samping itu, Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organisasi di lingkungan Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah. Menurut Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI nomor 001/org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi:
  1. Mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan, pembinaan dan pengembangan perpustakaan di daerah.
  2. Mempersiapkan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah.
  3. Melaksanakan jasa informasi dan rujukan (reverensi).
  4. Melaksanakan kerjasama antar perpustakaan di daerah.
  5. Melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan perpustakaan di daerah.
Perpustakaan Umum dan Keliling
Perpustakaan Umum merupakan perpustakaan yang diselenggarakan di pemukiman penduduk (desa dan kota) diperuntukkan bagi semua golongan masyarakat, untuk melayani kebutuhannya akan informasi dan bahan bacaan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan sebagai sumber belajar.
Perpustakaan Umum baik yang berada di daerah tingkat II(Ibukota Kabupaten/kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 8 tahun 1988, mempunyai fungsi:
a)      Menghimpun dan mengolah bahan pustaka dan informasi.
b)      Memelihara dan melestarikan bahan pustaka dan informasi.
c)      Mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka dan informasi, sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat.
Perpustakaan keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Pada hakekatnya fungsi perpustakaan keliling sama dengan perpustakaan umum. Perpustakaan keliling merupakan kepanjangan layanan perpustakaan umum.
Perpustakaan Khusus
Perpustakaan khusus merupakan perpustakaan yang didirikan untuk mendukung visi dan mis lembaga khusus dan berfungsi sebagai pusat informasi khusus terutama berhubungan dengan penelitian dan pengembangann. Biasanya perpustakaan ini berada di bawah badan, institusi lembaga atau organisasi bisnis, industri ilmiah, pemerintah dan pendidikan misalnya perguruan tinggi, perusahaan, departemen, asosiasi, profesi, instansi pemerintah dan sebagainya.
Perpustakaan Sekolah
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggung jawabnya kepada kepala sekolah, yang melayani civitas akademika sekolah yang bersangkutan.
Adapun fungsinya menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0103/0/1981, adalah sebagai berikut:
  1. Pusat kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tecantum dalam kurikulum sekolah.
  2. Pusat penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.
  3. Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktui luang (buku-buku hiburan).
Semua fungsi tersebut akan tergambar dalam koleksi perpustakaan yang bersangkutan.
Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perpustakaan peguruan tinggi ini berada disuatu lembaga pendidikan, baik perpustakaan universitas, fakultas, institut dan sekolah tinggi maupun politeknik untuk menunjang proses belajar mengajar.
D.    Aspek-Aspek Pembinaan Perpustakaan Sekolah
Aspek status organisasi dan manajemen
Sampai saat ini status beberapa jenis perpustakaan, seperti perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi dan lain-lain belum jelas, khususnya tentang eselonisasinya. Hal ini mengakibatkan tidak jelas pula aspek-aspek lainnya, misalnya berapa luas gedung/ruangannya, berapa banyak pustakawannya, berapa banyak koleksinya dan lain-lain. Oleh karen itu status beberapa jenis perpustakaan masih menjadi masalah yang perlu diperjuangkan. Yang statusnya telah jelas adalah Perpustakaan Nasional RI (eselon I), Perpustakaan Daerah (eselon II), dan Perpustakaan Umum Dati II (eselon IV).
Karena status masih belum jelas maka organisasinya juga menjadi masalah sehingga organisasi perpustakaan dalam Undang-Undang Perpustakaan yang akan datang dapat disusun meliputi:
1)      Kepala perpustakaan (unsur pimpinan)
2)      Petugas tata usaha perpustakaan (unsur pembantu pimpinan)
3)      Unsur pelaksana yang terdiri atas:
Petugas pengadaan / pengolahan bahan pustaka
  1. Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi)
  2. Petugas penyuluhan /  pemasyarakatan.
  3. Petugas penelitan dan pengembangan.
Manajemen perpustakaan fungsi kegiatannya meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan (POAC= Planning, Organization, Actuating, dan Controlling). Dalam perencanaan kepala perpustakaan dapat menggunakan prinsip-prinsip managemen berdasarkan sasaran ( MBS atau Management By Objectives (MBO)).
Aspek ketenagaan
Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemampuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi masyarakat sekelilingnya. Untuk itu, sebuah perpustakaan dari segi fisiknya memerlukan pembinaan yang tepat yang memperhatikan perpaduan aspek lokasi gedung ruangan dan koleksi bahan pustaka agar serasi, selaras dan seimbang dengan baik. Tidak boleh terjadi alur kerja terhambat karena masalah ruang. Ini berarti bahwa petugas perpustakaan harus dapat mengatur ruang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi yang ada. Maka dari itu dalam perpustakaan terdapat sistem pengelolaan yang sangat terstruktur agar perpustakaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan para pengunjung.
E.     Ketrampilan Pemanfaatan Perpustakaan
  1. Ketrampilan mengumpulkan informasi yang meliputi ketrampilan (a) mengenal sumber informasi dan pengetahuan, (b) menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dsan indeks, (c) menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedia, kamus, buku tahunan, dan lain-lain.
  2. Ketrampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti (a) memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, dan (b) mendokumentasikan informasi dan sumbernya.
  3. Ketrampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti (a) memahami bahan yang dibaca, (b) membedakan antara fakta dan opini, dan (c) menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan.
  4. Ketrampilan menggunakan informasi, seperti (a) memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, (b) menggunakan informasi dalam diskusi, dan (c) menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.

PENGGUNAAN INTERNET DI BIDANG PENDIDIKAN



Perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi sudah sedemikian cepat sehingga merasuk dalam kehidupan manusia sehari-hari. Tanpa disadari produk teknologi sudah menjadi kebutuhan manusia di Indonesia. Penggunaan televisi, telepon, fax, cellular phone (handphone), dan sekarang komputer sudah bukan menjadi hal yang aneh dan baru, khususnya di kota-kota besar. Mulai dari orang tua sampai anak-anak pun tak ketinggalan untuk mengikuti perkembangan jaman yang begitu pesat ini.
Internet (Interconnection Network) merupakan jaringan computer yang menghubungkan computer-komputer diseluruh dunia (World Wide Network) sehingga terbentuk ruang maya jaringan computer (cyberspace) dimana antara satu computer dengan komputer lainnya dapat saling berhubungan atau berkomunikasi. Melalui internet, Anda dapat mencari berbagai informasi dengan cepat, seperti yang berhubungan dengan dunia pendidikan ,hiburan ,teknologi ,ekonomi ,politik ,dan informasi dunia actual lainnya sehingga akan mempermudah atau menunjang pekerjaan anda.Saat ini sudah banyak sekali berbagai layanan yang berbasiskan pendidikan (Education Web) situs ,website ,dan segala macam blog yang sudah sangat mudah diakses oleh siapapun dan dimanapun kta berada .Internet sudah menjadi hal yang fenomenal dikalangan pelajar dan mahasiswa untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya dengan memanfaatkan web resmi yang sudah diklarifikasikan terlebih dahulu oleh dunia agar menjadi web yang sehat dan berpendidikan. Sebut saja perusahaan google corporation mereka membuat www.google.com .Perusahaan tersebut bergerak untuk membantu masyarakat dunia khususnya dalam hal ini adalah pelajar dan mahasiswa mencari sesuatu seperti materi sekolah atau materi perkuliahan .
Ada banyak manfaat yang dapat diraih dari kehadiran internet ini. Namun perlu disadari pula internet juga mempunyai dampak negatif. Kebebasan informasi yang ditawarkan oleh internet harus bisa disaring sedemikian rupa sehingga tetap dapat memberikan manfaatsecara maksimal. Peranan orang tua, guru dan pihak terkait dibutuhkan agar internet dalam pendidikan tetap di dalam koridornya.
Internet Dalam Pendidikan
Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan, industri maupun pemerintah. Hadirnya  internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya. Dalam upaya meningkatkan proses pendidikan di tanah air dan menyambut berkembangnya teknologi komunikasi di abad milenium ini, ilmu mendapat penghargaan sangat tinggi. Dalam melakukan transfer ilmu banyak sarana yang dapat digunakan. Salah satunya adalah dengan internet. Melalui media internet, ilmu dapat disebarluaskan secara tepat, murah dan handal. Jarak tidak lagi merupakan kendala dan perbedaan waktu karena faktor geografi tidak menjadi halangan bagi seseorang yang ingin mengakses ilmu pengetahuan.
Penggunaan internet sebagai media pendidikan dapat dianggap sebagai sesuatu yang baru. Fenomena baru dibidang pendidikan ini diharapkan mampu menjadi solusi atas problematika yang terjadi selama ini. Telah banyak situs pendidikan yang tersaji di internet, yang menyediakan informasi keilmuan, artikel dan buku virtual (e-book), informasi sekolah, beasiswa bahkan perguruan tinggi virtual. Teknologi ini juga telah dimanfaatkan oleh banyak lembaga pendidikan sebagai kekuatan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dewasa ini. Apalagi menyongsong diterapkannya sistem otonomi sekolah. E-education, istilah ini mungkin masih asing bagi bangsa Indonesia.E-education (ElectronicEducation) ialah istilah penggunaan IT (Information Technology) di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses, sekarang akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang pertolongan internet dalam penelitian atau tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui internet. Tanpa adanya internet banyak tugas akhir dan skripsi yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.
Penggunaan internet telah merasuk pada hampir semua aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, pendidikan, hiburan, bahkan keagamaan. Pendeknya apa saja yang dapat terpikirkan. Para pelajar merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan kemunculan internet. Aneka referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang berlimpah. Para mahasiswa tidak lagi perlu mengaduk-aduk buku di perpustakaan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah.Dalam era ini, banyak pelaku pendidikan memanfaatkan internet untuk memperoleh artikel-artikel yang dapat mendukung dan dapat dijadikan bahan acuan dalam penyusunan skripsi atau paper-paper lainnya. Selain itu adanya e-book baik yang free maupun yang berbayar memudahkan para pelajar dalam membacanya. Cukup dengan flashdisk seukuran permen, para mahasiswa dapat mengkoleksi ratusan atau bahkan ribuan e-book yang tersebar dalam internet. Mulai dari science, olahraga, komik, novel, religi, sampai dengan hal-hal mistik.
Cukup dengan memanfaatkan search engine, materi-materi yang relevan dapat segera ditemukan. Selain menghemat tenaga dalam mencarinya, materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih up-to-date. Akibatnya, materi ilmiah yang diterbitkan melalui internet cenderung lebih aktual dibandingkan yang diterbitkan dalam bentuk buku konvensional. Selain itu, globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dari dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja dan kompetitif.
Salah satu masalah pendidikan yang tak henti-hentinya  dibicarakan, ialah sistem pendidikan yang belum mampu membangun generasi yang dapat  mengatasi tantangan perubahan  zaman  seperti krisis ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Begitu  gencarnya masalah pendidikan dibicarakan, menandakan masalah pendidikan ini perlu mendapat perhatian dan penanganan yang  sungguh-sungguh. Secara umum berbagai kalangan menyoroti bahkan mempertanyakan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya masalah prestasi belajar yang perlu mendapat perhatian. Istilah prestasi belajar sudah biasa diucapkan oleh hampir setiap pemerhati pendidikan dan orang tua murid. Tetapi di balik ungkapan tersebut, kadang kala makna atau hakekatnya belum dipahami secara baik. Masalahnya menyangkut ukuran prestasi belajar dan faktor-faktor apa saja yang menunjang serta yang menghambat prestasi pelajar itu. Semuanya belum secara tuntas teruraikan dan mendapatkan jawaban yang tepat. Oleh karena itu masalah prestasi belajar menarik diteliti untuk mendapat jawaban yang memadai.
Dengan adanya kemajuan internet, informasi yang dulunya sulit digapai kini begitu mudah diakses hanya dengan beberapa klik pada komputer. Padahal kita semua memaklumi bahwa era informasi seperti sekarang ini, siapa yang mendapat informasi terlebih dahulu maka ia lebih unggul daripada yang lain. Tidak sulit pula mahasiswa sudah terbiasa memanfaatkan fasilitas akses internet yang ada disekolah, kampus, cafe, hotspot maupun di warung-warung internet (warnet), ketika mereka membutuhkan untuk mencari sumber informasi sebagai bahan belajar ataupun bahan penelitian.
Internet telah menjadi sumber informasi yang tidak terbatas di dalam pendidikan. Dengan adanya internet, berbagai informasi dapat diperoleh secara mudah dan cepat. Kehadiran internet juga memberikan banyak manfaat lainnya, yaitu:
·         Memperluas cakrawala siswa. Kehadiran internet dengan segudang ilmu dari segala bidang menjadi pembuka cakrawala siswa. Dengan menggunakan internet, para siswa bisa memperoleh wawasan baru. 
Akses ke berbagai informasi yang dibutuhkan terutama di dalam bidang studinya membuat para siswa lebih bisa memahami suatu hal dengan lebih mudah. Beberapa contoh ilmu yang bisa dengan mudah diperoleh di internet seperti sejarah, teknologi dan berita dunia.

·         Belajar jarak jauh. Salah satu peranan penting internet dalam pendidikan adalah kesempatan untuk belajar jarak jauh. Saat ini,belajar berbagai hal sudah tidak harus dilakukan secara langsung tatap muka dengan staf pengajar. 
Dengan adanya internet dan fasilitas
 e-learning yang ada siswa dapat belajar berbagai hal secara online. Beberapa kursus juga bisa dilakukan melalui internet seperti kursus menulis, menggambar, komputer dan bahasa. Internet memberikan kesempatan yang luas bagi anak-anak di manapun untuk berkembang di berbagai bidang.

·         Mengembangkan inisiatif dan kreatifitas siswa.Kehadiraninternet dalam pendidikan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari dan menimba ilmu lebih lagi. Di dalam pendidikan secara konvensional, guru layaknya orang yang memberikan suapan ilmu kepada siswa-siswanya. 
Dengan adanya internet, guru bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyuapi diri sendiri. Siswa akan dipacu untuk lebih memiliki inisiatif di dalam mencari berbagai ilmu pengetahuan yang berpikir kreatif di dalam mengembangkan kemampuannya.

·         Kesempatan yang lebih luas untuk seluruh siswa. Ada banyak informasi beasiswa yang diberikan oleh berbagai organisasi, perusahaan dan instansi. Internet memperluas informasi ini ke seluruh siswa dimanapun mereka berada. 
Dengan adanya internet, setiap siswa di seluruh pelosok negeri mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Dengan kata lain, batasan wilayah dan pulau tidak lagi menjadi hambatan dalam mengambil setiap kesempatan yang ada.
Masih banyak lagi peranan internet dalam pendidikan, seperti pembelajaran yang interaktif, informasi yang terbaru dan aktual, perpustakaan yang tidak terbatas dan lain sebagainya. Selain ada nya sisi positif terdapat juga nilai negatif untuk pengguna internet seperti berpengaruh bagi perwujudan watak ,perilaku ,dan sifat tergantung dari diri pribadi masing-masing dalam mempergunakan layanan internet ini. Contoh kasus dalam hal ini adalah CyberCrime adalah contoh kasus yang sangat berbahaya. Kejahatan ini menyangkut masalah penipuan berbentuk SMS (Short Message Sending) seharusnya mahasiswalah yang bias berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah ini ,tetapi mahasiswa sendiri justru membuat masalah baru dengan memanfaatkan teknologi ini. Yang terpenting di dalam penggunaan internet adalah kesadaran setiap siswa untuk mengambil sisi positif internet dan menjauhi segala pengaruh negatif internet.
KESIMPULAN
Perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi sudah sedemikian cepat sehingga merasuk dalam kehidupan manusia sehari-hari. Internet (Interconnection Network) merupakan jaringan computer yang menghubungkan computer-komputer diseluruh dunia (World Wide Network) sehingga terbentuk ruang maya jaringan computer (cyberspace) dimana antara satu computer dengan komputer lainnya dapat saling berhubungan atau berkomunikasi.
Penggunaan internet sebagai media pendidikan dapat dianggap sebagai sesuatu yang baru. Fenomena baru dibidang pendidikan ini diharapkan mampu menjadi solusi atas problematika yang terjadi selama ini. Telah banyak situs pendidikan yang tersaji di internet, yang menyediakan informasi keilmuan, artikel dan buku virtual (e-book), informasi sekolah, beasiswa bahkan perguruan tinggi virtual. Teknologi ini juga telah dimanfaatkan oleh banyak lembaga pendidikan sebagai kekuatan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dewasa ini. Apalagi menyongsong diterapkannya sistem otonomi sekolah.
Dampak Positif Internet
Internet telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan sehingga internet mempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kita lakukan baik positif maupun negative. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
Dampak Negatif Internet
Parnografi Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan parnografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
Penipuan Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
PENDAPAT
Menurut saya perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi sudah sedemikian cepat sehingga merasuk dalam kehidupan manusia sehari-hari. Mulai dari orang tua hingga anak-anak pun tidak ketinggalan mengikuti perkembangan teknologi ini. Dari perkembangan teknologi ini tentu memiliki nilai positif dan negatifnya. Seperti contohnya pada nilai positif  semua orang dapat mengakses informasi dalam sekejap dengan menggunakan internet dan dapat berkomunikasi dengan cepat pada jarak jauh sekali pun tapi di nilai negatif banyak yang menyalah gunakan penggunaan internet seperti anak-anak yang ketergandungan dengan game online, pornografi, dan lain-lain. Pengunaan internet pada bidang pendidikan juga seharusnya diawasi dengan orang tua, jadi peran orang tua dalam perkembangan teknologi ini sangatlah penting
Sumber :
1.      Website blogger ; jagoaninternet.com
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template